Bismillahirrahmanirrahim...
Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya “Ayah, kenapa kita harus sholat?”, dengan bijak Sang ayah menjawab “Agar Allah sayang kita, dan agar kita masuk surga”.
“Apa di surga itu enak ayah?” pertanyaan polos ini membuat ayah si anak kembali tersenyum “tidak ada satupun manusia beriman di dunia ini yang tidak ingin masuk surga nak. Karena di surga itu sangat enak”. Percakapanpun terus berlanjut antara keluguan si anak dan kebijaksanaan Sang Ayah menjawab pertanyaan.
Yess. Semua orang beriman pasti ingin ke surga, dan sangat tidak mau ke neraka. Banyak jalan menuju surga. Bahkan jalan-jalan tersebut ibarat jembatan, yang jika benar langkahnya, maka surga tempat berpijak kemudian. Namun jika terpeleset di jalan yang sama maka neraka tempat terjerembabnya. Naudzubillahimindzalik
Kali ini kami share salah satu jalan yang kalau di titi dengan benar akan mengantar ke surga. Tidak jauh-jauh, CARILAH SURGA DI PINTU TETANGGA.
1. Tidak kenyang disaat tetangga kelaparan
Rasulullh bersabda “tidak termasuk mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan”. Hadist shahih diriwayatkan At Thabrani dalam kitabnya Al-Kabir(12/154).
Hal ini terlihat sederhana, kita makan karena kerja, tetangga lapar karena tidak kerja, urusan masing-masing. Tapi ternyata tidak semudah itu. Konsekwensi yang harus kita tanggung jika kita cuek terhadap perut tetangga adalah dicoretnya kita dari barisan orang-orang beriman. Jika sudah di coret, mau membawa predikat apa ketika kelak kita kembali pada Allah?
2. Memperbanyak kuah untuk dibagi pada tetangga
Rasulullah bersabda “wahai Abu Dzar, jika kamu memasak kuah, perbanyaklah airnya dan sisihkan untuk tetangga-tetanggamu” Hadis shahih diriwayatkan oleh muslim (2625).
Jika sampai rasul memerintahkan membagi kuah pada tetangga, ini menunjukkan betapa pentingnya berbagi dengan tetangga. Kalau kuah saja disuruh memberi, apalagi isi kuah, apalagi nasi, apalagi makanan yang lebih baik dari itu.
3. Tidak dzolim pada tetangga
Rasululloh bersabda “Tidak akan masuk surga, seseorang yang tetangganya tidak tenang dari gangguannya” Hadist shahih diriwayatkan oleh muslim dalam Bab Iman (73).
Tidak main-main, ancamannya adalah di tolak dari surga. Gangguan disini berupa banyak hal contoh : gangguan ketenangan istirahat karena suara musik menggelagar bak sound orkes, gangguan ghibah dan fitnah yang di sebar, gangguan menggunakan lahan tetangga untuk parkir tanpa izin dll.
Jadi hati-hati, pintu surga sangat mungkin tertutup hanya karena gangguan kepada tetangga yang tidak kita sadari.
4. Memberi kepada yang paling dekat rumahnya
Aisyah pernah bertanya pada rasululloh “wahai rasululloh, aku memiliki dua orang tetangga, kepada siapa aku harus memberi ? Beliau menjawab “Kepada tetangga yang paling dekat pintunya denganmu” hadist shahih di riwayatkan Al Bukhari (5614).
Kalau punya makan lebih dan mau berbagi, jangan ke tetangga yang jauh dulu walau dia baik. Tapi dahulukan tetangga yang paling dekat rumahnya dengan kita.
Beginilah rasul mengajarkan tentang bagaimana bersikap kepada tetangga.
Semoga bermanfaat dan berkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar